arrow_upward
settings_brightness
Kopi Tawangmangu atau yang lebih dikenal sebagai kopi Lawu, yang selama ini hanya dilihat sebelah mata, kini mulai diminati oleh para penggemar dan penikmat kopi.

Permintaan akan kopi Lawu ini, bahkan mulai berdatangan dari berbagai daerah. Seperti dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Aditya, dari Aksara Kopi Lawu, mengatakan kopi yang dihasilkan dari sejumlah kelompok petani yang berada di lereng Gunung Lawu, seperti dari jenawi, Ngargoyoso dan Jatiyoso.

Berbagai jenis kopi dihasilkan dari ketiga wilayah ini, seperti Arabika, Robusta, Exelsa. Jenis kopi Lawu yang paling banyak diminat, jelas Aditya, adalah jenis kopi Arabika, yang berasal dari Jenawi, karena memiliki rasa jeruk keprok.

“Selama ini, kopi Lawu memang baru dikenal di sekitar wilayah Solo raya dan sekitarnya. Namun saat ini, kopi Lawu mulai mendapat tempat di hati para penikmat kopi di berbagai daerah.

Untuk mengenalkan kopi Lawu ini, diperlukan strategi inovatif untuk mempromosikan kopi lawu sehingga dapat sejajar dngan kopi yang saat ini telah memiliki nama,” katanya.

Aditya mengungkapkan, saat ini, permintaan kopi Lawu sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah, seperti dari Bogor, Bandung dan Jakarta.

“Upaya untuk mengenalkan kopi asal lereng Lawu ini, akan terus kita lakukan. Saat ini kami juga sedang melakukan pembicaraan dengan Pemkab Karanganyar agar mendapatkan bantuan.

Sehingga, impian membuat kopi lawu sebagai salah satu komoditas khas Karanganyar yang terkenal dapat terwujud,” ujarnya.

Nikmatnya Kopi Khas Gunung Lawu

Minggu, 03 Mei 2020 : 10:39
Kopi Tawangmangu atau yang lebih dikenal sebagai kopi Lawu, yang selama ini hanya dilihat sebelah mata, kini mulai diminati oleh para penggemar dan penikmat kopi.

Permintaan akan kopi Lawu ini, bahkan mulai berdatangan dari berbagai daerah. Seperti dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Aditya, dari Aksara Kopi Lawu, mengatakan kopi yang dihasilkan dari sejumlah kelompok petani yang berada di lereng Gunung Lawu, seperti dari jenawi, Ngargoyoso dan Jatiyoso.

Berbagai jenis kopi dihasilkan dari ketiga wilayah ini, seperti Arabika, Robusta, Exelsa. Jenis kopi Lawu yang paling banyak diminat, jelas Aditya, adalah jenis kopi Arabika, yang berasal dari Jenawi, karena memiliki rasa jeruk keprok.

“Selama ini, kopi Lawu memang baru dikenal di sekitar wilayah Solo raya dan sekitarnya. Namun saat ini, kopi Lawu mulai mendapat tempat di hati para penikmat kopi di berbagai daerah.

Untuk mengenalkan kopi Lawu ini, diperlukan strategi inovatif untuk mempromosikan kopi lawu sehingga dapat sejajar dngan kopi yang saat ini telah memiliki nama,” katanya.

Aditya mengungkapkan, saat ini, permintaan kopi Lawu sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah, seperti dari Bogor, Bandung dan Jakarta.

“Upaya untuk mengenalkan kopi asal lereng Lawu ini, akan terus kita lakukan. Saat ini kami juga sedang melakukan pembicaraan dengan Pemkab Karanganyar agar mendapatkan bantuan.

Sehingga, impian membuat kopi lawu sebagai salah satu komoditas khas Karanganyar yang terkenal dapat terwujud,” ujarnya.