arrow_upward
settings_brightness
Berawal dari inovasi martabak yang sudah ada sebelumnya siapa sangka jajanan kaki lima di kawasan lapangan Kotta Barat, bisa menjadi favorit  dan menciptakan trend  kuliner baru.

Pecinta kuliner bisa mencoba merasakan sensasi makanan yang menjadi menu sajian favorit tamu undangan dalam pesta pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran-Selvi, beberapa waktu lalu.

Menu andalan Markobar adalah martabak manis dengan delapan rasa yang topping berbeda-beda. Untuk pemilihan rasa atau topping tergantung selera pemesan. Harga markobar juga tergantung dari pilihan rasanya.

Markobar saat ini  memiliki 14  pilihan rasa antara lain meses Ceres, keju, Delfi, Cadbury, Kitkat, Silverqueen, Toblerone, Nutella, Oreo, Van Houten, Ritter Sport, Kitkat Greentea, dan Ovomaltine.

Harga perloyang martabak di bandrol mulai dari Rp. 25 ribu untuk martabak manis biasa hingga Rp. 120 ribu. Yang unik dan berbeda dari Markobar dibandingkan martabak lainnya adalah cara penyajiannya.

Sebab jika martabak lainnya dilipat menjadi dua.  berbeda dengan martabak manis pada umumnya yang dilipat dua. Sedangkan Markobar disajikan seperti pizza yang datar dan bulat dengan berbagai pilihan topping, maksimum delapan macam.

Manager Makobar Nungki, menjelaskan dalam sehari rata- rata konsumenya sekitar 80 orang. Dan kebanyakan memesan markobar delapan rasa.

Saat ini ungkap Nungki, Markobar telah melouncing menu baru yakni markbar 16 rasa. Selain makin banyak topingnya waktu pembuatannya juga lumayan lama. Namun dijamin konsumen puas setelah merasakannya.

"Menu baru itu mulai rilis sekitar dua minggu lalu. Dan baru ada di cabang dekat Solo Grand Mall (SGM). Cabang lain belum ada," ungkap Nungki saat ditemui okezone di stand Makobar, di Solo, Jawa Tengah.

Semua menu, jelas Nungki merupakan ide dari sang pemilik yakni Gibran. Biasanya Gibran akan membuat sample lebih dahulu, dan bagian produksi diminta untuk mencoba membuatnya.

Tak jarang Gibran juga turun langsung ke dapur  mengawasi pegawainya saat pelajari menu baru. "Setelah bisa mencoba baru menu baru dirilis," paparnya.

Sukses 8 Rasa, Makobar Luncurkan Menu Baru 16 Rasa

Minggu, 05 Juli 2020 : 10:55
Berawal dari inovasi martabak yang sudah ada sebelumnya siapa sangka jajanan kaki lima di kawasan lapangan Kotta Barat, bisa menjadi favorit  dan menciptakan trend  kuliner baru.

Pecinta kuliner bisa mencoba merasakan sensasi makanan yang menjadi menu sajian favorit tamu undangan dalam pesta pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran-Selvi, beberapa waktu lalu.

Menu andalan Markobar adalah martabak manis dengan delapan rasa yang topping berbeda-beda. Untuk pemilihan rasa atau topping tergantung selera pemesan. Harga markobar juga tergantung dari pilihan rasanya.

Markobar saat ini  memiliki 14  pilihan rasa antara lain meses Ceres, keju, Delfi, Cadbury, Kitkat, Silverqueen, Toblerone, Nutella, Oreo, Van Houten, Ritter Sport, Kitkat Greentea, dan Ovomaltine.

Harga perloyang martabak di bandrol mulai dari Rp. 25 ribu untuk martabak manis biasa hingga Rp. 120 ribu. Yang unik dan berbeda dari Markobar dibandingkan martabak lainnya adalah cara penyajiannya.

Sebab jika martabak lainnya dilipat menjadi dua.  berbeda dengan martabak manis pada umumnya yang dilipat dua. Sedangkan Markobar disajikan seperti pizza yang datar dan bulat dengan berbagai pilihan topping, maksimum delapan macam.

Manager Makobar Nungki, menjelaskan dalam sehari rata- rata konsumenya sekitar 80 orang. Dan kebanyakan memesan markobar delapan rasa.

Saat ini ungkap Nungki, Markobar telah melouncing menu baru yakni markbar 16 rasa. Selain makin banyak topingnya waktu pembuatannya juga lumayan lama. Namun dijamin konsumen puas setelah merasakannya.

"Menu baru itu mulai rilis sekitar dua minggu lalu. Dan baru ada di cabang dekat Solo Grand Mall (SGM). Cabang lain belum ada," ungkap Nungki saat ditemui okezone di stand Makobar, di Solo, Jawa Tengah.

Semua menu, jelas Nungki merupakan ide dari sang pemilik yakni Gibran. Biasanya Gibran akan membuat sample lebih dahulu, dan bagian produksi diminta untuk mencoba membuatnya.

Tak jarang Gibran juga turun langsung ke dapur  mengawasi pegawainya saat pelajari menu baru. "Setelah bisa mencoba baru menu baru dirilis," paparnya.