arrow_upward
settings_brightness
Kota Solo memiliki beraneka raga tempat wisata. Mulai dari kuliner hingga budaya. Saat anda bosan berbelanja batik maupun membuat batik, bosan berwisata ke Kraton atau bosan berjalan-jalan di sepanjang city walk saat berkunjung ke Solo.

Kenapa tidak mencoba membuat keris sendiri?

Keris salah satu senjata andalan milik nenek moyang. Tak jarang benda satu ini dianggap memiliki daya mistis tersendiri. Bahkan salah satu badan dunia PBB, UNESCO pun telah mengakui bila keris merupakan salah satu karya agung milik bangsa sendiri.

Ya, di Padepokan Keris Brojobuwono, yang terletak di Desa Wonosari Rt 01/03, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah inilah, anda tak hanya akan disuguhkan koleksi keris-keris nusantara, mulai dari ke-5 SM sampai abad ke-18, namun wisatawan bisa mengetahui dan belajar membuat keris, secara cuma-cuma alias gratis.

Pembuatan keris ini dilakukan oleh para pengrajin di Padepokan Keris Brojobuwono. Padepokan yang baru diresmikan pada 26 Mei 2012 ini pun menjadi destinasi wisata tersendiri, tidak hanya untuk turis lokal melainkan juga mancanegara.

"Musium ini terbuka untuk umum. Karena musium keris ini kami dirikan untuk kalayak umum. Memberikan edukasi tentang keris kepada siapapun. Inilah bangsa pewaris karya agung yang sudah diakui oleh UNESCO itu," tutur Sepuh atau pendiri Padepokan Keris Brojobuwono, Basuki Teguh Juwono, saat ditemui, belum lama ini.

Sebanyak 300 koleksi keris tersimpan rapi berjajar di etalase musium. Di Musium ini tersimpan keris yang tersohor. Bahkan di musium in pun terdapat Manuskrip kuno.

Saat pertama kali datang, traveler akan dikenalkan tentang keris. Ini dilakukan pihak musium untuk melihat apakah traveler yang berkunjung ke musium ini ingin benar-benar belajar tentang keris, atau sengaja hanya ingin menghabiskan waktu berwisata semata.

Bila traveler ini benar-benar ingin belajar tentang keris, maka pemilik padepokan selanjutnya akan mengajak traveler menuju lokasi pembuatan keris yang ada di belakang padepokan.

Di sini, traveler akan melihat langsung empu-empu pembuat keris. Lengkap menggunakan pakaian ala jaman kerajaan. Sedangkan bahan-bahan pembuatan keris, diambil dari bebagai macam bebatuan alam. Termasuk sisa dari hasil erupsi Gunung Merapi.

"Tak hanya wisatawan lokal saja yang datang ke padepokan ini. Beberapa siswa luar negeri, seperti Kanada dan Prancis. Jadi kalau ada yang berminat, ya monggo," tambah Basuki.

Tidak hanya didominasi keris, padepokan ini pun terdapat museum Fosil, Baselan (workshop pembuatan keris), perpustakaan kecil yang berisikan buku-buku keris dan toko cinderamata yang menjual batu-batu alam, serta panggung untuk pertunjukkan tari dan yoga.

Satu lagi, traveler bisa melihat upacara atau sesaji, sarana berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan dalam proses pembuatan keris.

Semua itu bisa didapat traveler yang ingin datang dan berkunjung ke Padepokan Keris Brojobuwono tidak dipungut biaya apapun.

"Semua Free alias tidak dipungut bayaran sedikitpun. Kecuali untuk rombongan yang menggunakan jasa travel tentu kami ada negosiasi dengan pihak travel," pungkasnya.

Yuk Wisata ke Solo Sambil Buat Keris

Rabu, 05 Agustus 2020 : 10:57
Kota Solo memiliki beraneka raga tempat wisata. Mulai dari kuliner hingga budaya. Saat anda bosan berbelanja batik maupun membuat batik, bosan berwisata ke Kraton atau bosan berjalan-jalan di sepanjang city walk saat berkunjung ke Solo.

Kenapa tidak mencoba membuat keris sendiri?

Keris salah satu senjata andalan milik nenek moyang. Tak jarang benda satu ini dianggap memiliki daya mistis tersendiri. Bahkan salah satu badan dunia PBB, UNESCO pun telah mengakui bila keris merupakan salah satu karya agung milik bangsa sendiri.

Ya, di Padepokan Keris Brojobuwono, yang terletak di Desa Wonosari Rt 01/03, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah inilah, anda tak hanya akan disuguhkan koleksi keris-keris nusantara, mulai dari ke-5 SM sampai abad ke-18, namun wisatawan bisa mengetahui dan belajar membuat keris, secara cuma-cuma alias gratis.

Pembuatan keris ini dilakukan oleh para pengrajin di Padepokan Keris Brojobuwono. Padepokan yang baru diresmikan pada 26 Mei 2012 ini pun menjadi destinasi wisata tersendiri, tidak hanya untuk turis lokal melainkan juga mancanegara.

"Musium ini terbuka untuk umum. Karena musium keris ini kami dirikan untuk kalayak umum. Memberikan edukasi tentang keris kepada siapapun. Inilah bangsa pewaris karya agung yang sudah diakui oleh UNESCO itu," tutur Sepuh atau pendiri Padepokan Keris Brojobuwono, Basuki Teguh Juwono, saat ditemui, belum lama ini.

Sebanyak 300 koleksi keris tersimpan rapi berjajar di etalase musium. Di Musium ini tersimpan keris yang tersohor. Bahkan di musium in pun terdapat Manuskrip kuno.

Saat pertama kali datang, traveler akan dikenalkan tentang keris. Ini dilakukan pihak musium untuk melihat apakah traveler yang berkunjung ke musium ini ingin benar-benar belajar tentang keris, atau sengaja hanya ingin menghabiskan waktu berwisata semata.

Bila traveler ini benar-benar ingin belajar tentang keris, maka pemilik padepokan selanjutnya akan mengajak traveler menuju lokasi pembuatan keris yang ada di belakang padepokan.

Di sini, traveler akan melihat langsung empu-empu pembuat keris. Lengkap menggunakan pakaian ala jaman kerajaan. Sedangkan bahan-bahan pembuatan keris, diambil dari bebagai macam bebatuan alam. Termasuk sisa dari hasil erupsi Gunung Merapi.

"Tak hanya wisatawan lokal saja yang datang ke padepokan ini. Beberapa siswa luar negeri, seperti Kanada dan Prancis. Jadi kalau ada yang berminat, ya monggo," tambah Basuki.

Tidak hanya didominasi keris, padepokan ini pun terdapat museum Fosil, Baselan (workshop pembuatan keris), perpustakaan kecil yang berisikan buku-buku keris dan toko cinderamata yang menjual batu-batu alam, serta panggung untuk pertunjukkan tari dan yoga.

Satu lagi, traveler bisa melihat upacara atau sesaji, sarana berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan dalam proses pembuatan keris.

Semua itu bisa didapat traveler yang ingin datang dan berkunjung ke Padepokan Keris Brojobuwono tidak dipungut biaya apapun.

"Semua Free alias tidak dipungut bayaran sedikitpun. Kecuali untuk rombongan yang menggunakan jasa travel tentu kami ada negosiasi dengan pihak travel," pungkasnya.